Category Archives: perkuliahan

Struktur Perkuliahan

Berdasarkan kuliah-kuliah semester sebelumnya,  untuk matakuliah  yang besifat teknis (ada praktikum dan tugas besar), struktur rancangan perkuliahan yang ideal bagi saya adalah sebagai berikut:

Untuk setiap bab (sub materi):

  1. Materi disampaikan dalam bentuk slide, berisi teori dan pengantar praktikum (sekilas tentang implementasi). Idealnya ada diktat untuk teori, mahasiswa sering malas membaca textbook dan hanya mengandalkan slide.
  2. Modul praktikum: Berisi contoh implementasi, mahasiswa mengikuti langkah demi langkah dalam modul untuk mengimplementasikan contoh. Mahasiswa diperbolehkan copy-paste code dari modul.
  3. Latihan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan masalah yang mirip contoh pada langkah dua tapi harus dengan modifikasi (untuk memastikan mahasiswa paham dan tidak hanya copy-paste secara buta). Bisa dikerjakan berkelompok untuk melatih kerjasama dan tutor sebaya.
  4. Quiz sub materi: soal berbentuk multiple choice untuk melihat pemahaman mahasiswa dari sisi teori dan praktek. Multiple choice digunakan supaya bisa mencakup semua materi dan mudah dan cepat untuk dievaluasi sehingga dosen bisa tahu dengan cepat bagian mana yang masih kurang dipahami.
  5. Tugas besar. Mahasiswa meng-impelentasi sub materi di  tugas besar. Tugas ini berupa proyek dengan skala yang cukup kompleks  yang perlu diselesaikan per tahap.  Mahasiswa jadi mengetahui implementasi sub materi ini di “dunia nyata”.

Integrasi sub materi sekaligus evaluasi:

  1. Tugas besar.  Mahasiswa melakukan analisis, perancangan dan implementasi menggunakan semua sub materi yang sudah dipelajari.  Dosen perlu mempersiapkan tahapan tugas besar supaya sinkron dengan pemberian materi. Mahasiswa belajar melakukan presentasi, kerjasama dan pembagian tugas, belajar revision control system (seperti github).
  2. UJian praktikum: berbentuk proyek setengah jadi yang perlu dilengkapi.  Versi mini dari tugas besar yang beberapa komponennya dihilangkan untuk dilengkapi.  Model evaluasi ini bagus karena menghindari “toy problem” tapi tetap cukup dikerjakan dalam waktu 2-3 jam.
  3. Ujian teori:  fokus pada analisis dan perancangan. Diberikan problem, mahasiswa harus menganalisis dan merancang solusinya.